Smartphone Kamu Lolos Sertifikasi atau BM, Begini Cara Mengeceknya

Jumlah pengguna smartphone di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tahun ini 50,8 persen dari total pengguna internet yang sebanyak 143,26 juta pengguna mengakses internet dari smartphone atau tablet.

Artinya, jika dihitung jumlah pengguna smartphone di Indonesia setidaknya ada 70 juta pengguna.

Cara Cek Smartphone Tersertifikasi

Mudahnya membeli smartphone di manapun membuat orang Indonesia tidak kesulitan mendapatkan model smartphone yang diinginkannya, bahkan jika smartphone yang dibelinya adalah ponsel ilegal alias black market (BM).

Padahal, keberadaan smartphone BM sangat merugikan pengguna. Bagaimana tidak, jika smartphone rusak dalam kondisi tidak tersertifikasi, pengguna bakal sulit menyervisnya. Akibatnya, penggunalah yang paling dirugikan.

Untuk itu sebagai pengguna, kamu harus memastikan smartphone yang dibeli adalah perangkat yang tersertifikasi dan memiliki jaminan garansi serta pusat servis yang jelas.

Sebelum membeli, pastikan smartphone atau tablet yang kamu beli adalah perangkat resmi dan mendapatkan sertifikasi dari pemerintah.

Dalam hal ini, yang memberikan sertifikasi adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Cara Cek Smartphone Tersertifikasi

Lalu, bagaimana cara mengecek apakah smartphone yang dibeli atau sudah dimiliki adalah smartphone tersertifikasi?

Melalui akun Twitter @kemkominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membeberkan cara mengeceknya.

Cara yang bisa dilakukan adalah memeriksa kemasan smartphone. Lihatlah apakah pada boks terdapat label yang memuat nomor sertifikat. Formatnya (12345)/SDPPI/Tahun.

Misalnya, mengecek sertifikasi smartphone Samsung Galaxy A8 Plus. Pada nomor sertifikasi tertera Postel No: 54152/SDPPI/2017.

Kemudian, nomor sertifikat tersebut bisa dicek pada laman web: sertifikasi.postel.go.id.

Jika nomor sertifikat itu tersertifikasi resmi, smartphone yang kamu pakai bergaransi resmi distributor. Namun kalau tidak ada, artinya smartphone kamu tidak tersertifikasi dan tidak memiliki garansi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Smartphone Kamu Lolos Sertifikasi atau BM, Begini Cara Mengeceknya"

Post a Comment