Rahasia Tunaiku Tetap Eksis Meski Tak Terdaftar Jadi Fintech

Untuk dianggap sebagai fintech legal, minimal wajib tercatat dalam daftar panjang OJK. Meski diluncurkan pada tahun 2014, tetapi baru resmi mengikuti standar kebijakan OJK di tahun 2016. Namun pada kuartal ke-3, pinjaman dana cepat Tunaiku ini memutuskan tidak lagi tergabung sebagai fintech. Berikut rahasia kenapa Tunaiku tetap eksis.

Internet Marketing

Bukan Fintech Lagi karena Keinginan Tunaiku Sendiri
Beberapa kalangan pernah salah paham mengenai pemberitaan ini. Sebagian besar orang menganggap, bahwa Tunaiku dikeluarkan oleh OJK karena melakukan pelanggaran. Padahal kenyataannya 180 derajat sangat berbeda antara lapangan dengan dugaan tersebut. Faktanya, justru Tunaiku yang mengajukan diri untuk keluar dari daftar fintech di OJK.

Hal itu dikarenakan Tunaiku masih berada di bawah pengawasan Amar Bank. Bukan sebagai produk yang berdiri sendiri sebagaimana fintech lain. Meskipun statusnya bukan fintech lagi, soal regulasi, tetap masih berhubungan erat dengan OJK serta badan resmi pemerintah lain. Dengan jalan itu, nama Tunaiku pun semakin bergaung karena sangat gentle dan mandiri.

Tunaiku Mampu Bertahan Apa pun yang Terjadi
Ada sebuah ungkapan yang sangat menarik, yakni siapa mampu bertahan lebih lama, maka jalan sukses semakin dekat. Rupanya untuk bertahan sebagai penyedia layanan pinjaman online diliputi berbagai godaan. Salah satunya tentang animo calon nasabah, mengingat semakin banyak persaingan di bidang ini.

Untungnya Tunaiku merupakan produk pinjaman dana cepat dari Amar Bank. Sumber pembiayaan serta penyimpanan asetnya masih bergantung pada Amar Bank. Otomatis, untuk melebarkan sayap jadi lebih tertata. Tidak mengherankan ketika pada tahun 2018, pihak dari Tunaiku mendapat kehormatan dari bank dunia untuk mendiskusikan ekonomi negara.

Tunaiku Masih Mengandalkan Program Referral
Berdasarkan animo para nasabah di Tunaiku, sebagian tertarik pinjam karena mau jadi agen referral. Sudah banyak yang berhasil mencairkan insentif dana dari program ini. Kehadiran program ini menjadi semacam simbiosis mutualisme antara nasabah dengan pihak Tunaiku. Pihak nasabah dapat insentif. Di sisi lain, Tunaiku dapat nasabah baru.

Oleh karena itu, peminat Tunaiku pun bertambah setiap tahun, bahkan setiap bulannya. Untuk mengikuti program ini, Anda tidak perlu belajar serius. Intinya, calon nasabah mendaftarkan diri melalui kode referral sebagai referensi. Dari situlah insentif dana akan terus menumpuk dan bisa dicairkan setiap bulannya. Menarik sekali, kan?

Tunaiku Selalu Transparan dari Segi Laporan
Dengan mengandalkan aplikasi serta penghubung lainnya, Tunaiku selalu berupaya memberi laporan selengkap mungkin. Bahkan sekarang sudah terasa sekali kecepatan laporannya. Bisa dibilang, laporan di Tunaiku sangat real time. Bukan hanya SMS, tetapi juga muncul di aplikasi hingga e-mail.

Ketika ada apa-apa, Anda pun dibebaskan untuk bertanya apa saja lewat call center. Meskipun seluruh ulasan serta inti pembahasan atas pinjaman dana cepat Tunaiku ada di aplikasi maupun website, mereka tetap ramah melayani. Inilah yang membuat nasabah Tunaiku betah dan bahkan meminjam lagi ketika memerlukannya kembali.

Denda yang Diterapkan Sangat Ringan
Modal kepercayaan yang dipegang Tunaiku hanyalah identitas asli Anda. Selain itu, tergantung dari cara Anda membayar cicilan. Ketika terlambat, tidak langsung diproses ke jalur hukum. Tunaiku memberikan keringanan berupa denda uang 100 ribu Rupiah plus bunga 0.16%. Denda itu pun berlaku untuk kelipatan hari setelah jatuh tempo bayar.

Bukan hanya terpercaya, tetapi Tunaiku juga terkenal sebagai tempat pinjaman dana cepat. Soalnya proses persetujuannya kurang dari 24 jam. Sedangkan pencairan dananya kurang dari 3 hari. Sekarang, mana ada pinjaman online yang selengkap dan semudah pinjaman di Tunaiku. Patut kalau Tunaiku saat ini menjadi pionir di bidangnya meski bukan lagi fintech.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rahasia Tunaiku Tetap Eksis Meski Tak Terdaftar Jadi Fintech"

Post a Comment